100 Situs Porno Anak Jepang Diblokir
Penyedia Layanan Provider Tutup Akses Terhadap Situr Porno Anak
Jepang dikenal sebagai negara sumber website yang mengandung konten pornografi anak.

Kamis, 21 April 2011 | 23:54 WIB
Riza Roidila

TOKYO-Usaha  menghentikan penyebaran materi seksualitas secara eksplisit melalui gambar-gambar  di kalangan anak-anak dilakukan oleh sebuah sebuah asosiasi yang terdiri dari penyedia layanan internet Jepang. Asosiasi tersebut sepakat untuk memblokir akses website porno anak-anak Kamis (21/4).

Walaupun kegiatan produksi dan distribusi materi-materi pornografi telah dilarang di Jepang, namun secara global Jepang masih dilihat sebagai negara sumber pornografi anak dalam bentuk  foto dan video . Sejauh ini penegak hukum Jepang telah menangani 1.342  kasus pornografi anak . Data tersebut adalah data tahun 2010 yang menunjukkan peningkatan sebesar 43, 5 % dari tahun 2009.

Media lokal menyebutkan bahwa lebih dari 100 website yang dianggap mengandung konten pornografi anak-anak. Menurut Asosiasi Keamanan Konten Internet Jepang seperti yang dilansir AFP  dari 21 perusahaan penyedia layanan internet yang tergabung dalam asosiasi, 9 di antaranya meliputi NEC Biglobe, NTT Communications & KDDI mulai lakukan pencegahan agar pengguna tidak mengakses situs porno anak.  

Langkah Jepang ini diamini  oleh mesin pencari terbesar di Jepang yaitu Google dan Yahoo bahwa website-website  yang diblokir dapat dipastikan tidak akan muncul di mesin pencari tersebut.


 


Samsung Terlibat Sengketa dengan Apple Terkait Hak Paten

Sekitar 65% Perempuan Skotlandia Alami Dimensia karena Stres

Microsoft Membeli Situs Jejaring Sosial Yammer Sebesar 1,2 Miliar Dolar

Telepon Sistem Terbaru Memiliki Banyak Kelebihan Dibanding Perangkat Lain
Kirim Komentar

Nama
Email
Komentar
  Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.
 

Tidak bisa membaca kode pengaman? Klik disini untuk Reload kode pengaman.
 

Visualisasi Sajak dan Semangat Pembaharu Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Airlangga Surabaya




Follow cukupsatucom on Twitter